Postingan

SEPATAL APA SALAHKU

Gambar
  Oleh: Wawan AD (Penulis mengabdikan diri di SDN 2 Cibinong Jatiluhur Purwakarta)   Aku tak menginginkan hal ini terjadi, jalinan komunikasi terhambat oleh signal keegoan, selain jarak dan waktu jaringan juga terganggu dugaan-dugaan tak berdasar, tower ruksak karena hal setitik yang tak seberapa akibat salah dalam menafsir tentang kondisi yang ada, “mengapa hal ini terjadi”?, tanyanya”, “aku juga tak tahu”, jawabku sambil menatap kearahnya. “Apa yang telah kamu lakukan An”, tanya Riska padaku, “Aku hanya menggelengkan kepala”, tanda tak tahu, “ah masa”, desaknya, “iya teh suerrr”, jawabku penuh yakin sambil mengangkat kedua jari, “kalau dia semarah itu berarti ada sesuatu An” lanjutnya, “entah aku tak paham”, Andini menegaskan. Dalam kehidupan selalu saja menghadirkan dua sisi yang beda dan berlawanan, “ini merupakan sunatulloh”, lanjutku, karena kita tidak bisa menolaknya, ada hal fositif tentu ada lawannya negative, ada bulan ada matahari, ada langit ada bumi, ada...

MAAFKAN AKU

Gambar
              Oleh: Wawan AD Penulis adalah Guru SDN 2 Cibinong Jatiluhur     Aku harus menerima keputusan itu! “dijodohkan” satu kata yang tak mau aku dengar karena telah membuat aku kecewa berat, “menolak”? tentu tak bisa, walau hati ini sedikit berontak, karena tidak sesuai harapan dan pilihan sendiri, hari ini aku menerima bukan karena aku mencintainya, “hanya karena ingin melihat kedua orangtua bahagia”, sekalipun batinku begitu tercabik dengan keadaan ini. Hari-hari dijalani seolah hampa dan seakan menyiksa, aku terpaksa belajar menerima kenyataan, entah dengan cara apa lagi agar aku bisa menerima keadaan ini, bantinku selalu bicara “atas pertimbangan apa kedua orangtua menjodohkanku dengan Andini?”, padahal aku telah punya pilihan sendiri, aku akui “ya secara fisik dia cantik, orangnya baik, etikanya juga baik”, namun sulit hati ini aku buka untuknya, lalu kucoba belajar untuk mencintainya, “haaah sulit bagiku”, entahlah. ...

TdBA Kereeen

Gambar
Oleh: Wawan AD Tanggal 28 Oktober 2022 benar-benar menjadi hari yang berkah bagi warga UPTD SDN 2 Cibinong Jatiluhur, karena selain hari jum'at hari ini juga bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda ke-94 dan momentum ini di isi dengan agenda In House Traning (IHT) Implementasi  Kurikulum Merdeka Berbasis "Tatanen di bale atikan".  Pelaksanaan  "In House Training" (IHT) Tatanen di Bale Atikan (TdBA) di UPTD SDN 2 Cibinong ini berlangsung selama 3 hari, dari hari Jum'at 28 Oktober 2022 sampai hari Ahad 30 Oktober 2022 di mulai dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB.  Dengan peringatan hari sumpah pemuda yang di isi IHT "Tatanen di Bale Atikan"  (TdBA), diharapkan akan membangkitkan kembali spirit dalam menjaga harmoni se-isi bumi agar berjalan serasi seimbang dalam menjalani kehidupan ini.     Tatanen di bale atikan (TdBA) ini tidak hanya program yang bersifat insidental dan dijalankan karena kewajiban dari Dinas Pendidikan (Disdik) semata, lebi...

DEMI KAMU, APAPUN AKU BISA!

Gambar
     DEMI KAMU, APAPUN AKU BISA ! Oleh: Wawan AD (Penulis mengabdikan diri di SDN 2 Cibinong Jatiluhur Purwakarta)     Magrib menjelang, diatas langit sebelah barat masih terlihat awan merah merona, awan-awan berarakan, gelap mulai menyelimuti sekujur kampung, hembusan hawa dingin kian terasa dikulit, suara-suara binatang malam mulai keluar dan terdengar, pertanda perubahan waktu telah terjadi dari siang beranjak ke malam. Diriku yang baru sampai ke rumah langsung menghempaskan tubuh dikursi yang tersedia diteras depan, untuk sedikit melepas lelah, karena panjangnya perjalanan seharian menemani seseorang untuk menuntaskan segala masalah yang menimpanya, begitu menyita waktu dan juga pikiranku, kalau bukan dia, rasanya aku malas meluangkan kesempatan. Berada dalam kubangan limbah masalah yang sedang dihadapinya, ia merasa kebingungan kemana harus bersandar untuk mencurahkan segala beratnya beban dan mencari solusi, tentu aku tak tega, tak enak mel...

SELAMAT JALAN KAWAN

Gambar
    “Selamat Jalan Kawan”    Oleh: Wawan AD*         Triiing begitu suara berbunyi tanda ada pesan yang masuk di HP saya, tangan saya refleks mengambilnya dengan cekatan, posisi HP waktu itu tergeletak diatas meja tepat dipinggir gelas kopi, tangan dengan asyik mulai dimainkan untuk membuka dan saya membaca whatsapp yang masuk ke Hand Phone (HP), begitu saya buka pesan yang ada dilayar terpampang dengan jelas “A, mang Ayut maot” ….!, singkat pesannya, namun membuat saya terperanjat bukan main, mendengar kabar duka itu. Kabar yang membuat begitu mengagetkan? karena tidak terdengar sakit sebelumnya, kawan satu ini banyak menyimpan kenangan, pada masa sama-sama belajar ngaji ke al- mukaharom yang terhomat Ust. Jalaluddin ( al-marhum ) di salah satu kampung kecil tepatnya di daerah Talun, semoga Allah Swt tempatkan guruku ini di taman firdaus yang penuh dengan kedamaian. Aamiin. “Ayut” begitu orang memanggilnya, padahal nama aslinya adalah...

BUKAN SALAH KITA

Gambar
                                                                                                            Oleh: Wawan AD* Menahan beban masalah yang menghimpit dalam hidup seorang diri sangat tidak mudah, aku berjibaku menghadapinya sendirian, ingin lepas dari beban belenggu itu sungguh tidak gampang. Perlu kesabaran tingkat dewa dalam menghadapi  semua. Kapal kehidupan yang kutumpangi akhirnya karam, sekalipun itu bukan inginku, aku tegaskan sekali lagi itu bukan inginku, Aku begitu terpukul dengan kenyataan ini, nangis sejadi-jadinya dipangkuan teman sejatiku Nura Mahalia namanya. Nura bagiku bukan saja sebagai sahabat, tapi ia ku anggap kakakku sendiri, aku tak sungkan lagi ketika harus bicara soal pri...

IBU MALAIKATKU

Gambar
  Oleh: Wawan AD*   Ada satu pertanyaan yang membuat aku dan rekan-rekan tersentak waktu itu, “siapa yang tak pernah berbohong pada ibunya”, begitu Pak Imam mengawali pertemuan kala itu, suasana yang asalnya agak sedikit riuh dengan obrolan kecil seketika menjadi sunyi-senyap, sesunyi-sunyinya, seolah tidak ada kehidupan bagai di padang pasir yang tak berpenduduk, yang terdengar hanyalah tarikan-tarikan nafas dari orang-orang yang hadir. Semua tentu terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan, karena tak seperti biasa Pak Imam bertanya demikian, biasanya hal-hal yang lumrah yang ia tanyakan dalam mengawali pertemuannya, perihal keadaan atau tentang situasi kondisi hangat hari ini, baik masalah agama, sosial, budaya, ekonomi maupun soal politik, tak ketinggalan masalah covid-19 yang begitu menggemparkan dunia. Belum sempat ada yang menjawab pertanyaan pertama, pertanyaan kedua tak kalah membuat aku terperanjat, “siapa yang pernah membuat ibunya menangis, dengan ucapan dan...